Friday, 6 January 2017

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

MAKALAH
ILMU BUDAYA DASAR
“MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP”



DISUSUN OLEH         :  MUHAMMAD HAFIDZ
NPM                              :  14216883
KELAS                         :  1EA22
DOSEN                         :  SARWOKO


UNIVERSITAS GUNADARMA





BAB I
PENDAHULUAN



Latar Belakang

            Dua kekayaan manusia yang paling utama ialah “akal dan budi” atau lazimnya disebut pikiran dan perasaan. Disatu sisi akal dan budi atau pikiran dan perasaan tersebut telah memungkinkan munculnya tuntutan-tuntutan hidup manusia yang lebih daripada tuntutan hidup makhluk lain.
Disisi lain akal dan budi memungkinkan munculnya karya-karya manusia yang sampai kapanpun tidak pernah akan dapat dihasilkan oleh makhluk lain. Cipta, karsa, dan rasa pada manusia yakni sebagai buah akal budinya terus mekaju tanpa hentinya berusaha menciptakan benda-benda baru untuk memenuhi kebutuhan hidup. Baik yang bersifat rohani maupun bersifat jasmani.  Dalam pikiran dan perasaan manusia, ada beberapa faktor penting yang harus menajadikan manusia sebagai makhluk yang berakal.




  

1. PANDANGAN HIDUP DAN IDEOLOGI
Apa itu pandangan hidup dan ideologi?
Ideologi menurut William (1959) mengandung dua hal, yaitu (1) unsur-unsur filsafat yang digunakan, atau unsur yang digunakan sebagai dasar suatu kegiatan, dan (2) pembenaran intelektual untuk seperangkat norma-norma. Munandar Sulaiman (1987:   76) menyimpulkan pendapat Lenski (1974) yang menyatakan bahwa ideologi merupakan komponen dasar terakhir dari sistem-sistem sosiobudaya. Bagi masyarakat, ideologi tersusun dari tiga unsur yaitu:
-Pandangan Hidup
-Nilai-nilai
-Norma
Pandangan hidup cenderung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai  pelengkap nilai-nilai dalam pembuatan pembeneran atau rasionalisasi nilai-nilai. Norma berbeda dengan nilai karena digunakan untuk hampir seluruh aturan khusus, sebaliknya nilai digunakan untuk pengertian umum. Norma berlaku untuk menentukan perilaku perintah, atau larangan untuk suatu kewajiban dari peranan fisik dalam suatu spesifik pula. 
Dengan demikian ideologi lebih luas daripada pandangan hidup. Ideologi tidak digunakan untuk hubungan individu tetapi untuk hal yang lebih luas, seperti ideologi negara, masyarakat, atau kelompok tertentu. Ideologi sebagai pedoman hidup merupakan cita-cita yang ingin dicapai banyak individu di dalam masyarakat.


2. MAKNA CITA-CITA
Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup. Cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu.
Cita-cita tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, karena tanpa cita-cita berarti manusia tanpa dinamika. Tak ada dinamika berarti tak ada kemajuan dan hidup asal hidup saja.
.




3. MAKNA KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur itu terpisah apabila manusia itu meninggal. Karena merupakan pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita-cita sendiri, dan sebagainya. Justru karena mementingkan diri sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu: manusia sebagai pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, manusia sebagai makhluk tuhan.
Jadi, kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berlaku sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya. 

4. MAKNA SIKAP HIDUP
Sikap hidup ialah keadaan hati dalam mengenai hidup ini. Apakah kita mempunyai sikap yang positif atau negatif? Apakah kita mempunyai sikap optimis atau pesimis? Apakah kita mempunyai sikap apatis?
Sikap itu ada di dalam hati kita dan hanya kitalah yang tahu. Sikap itu penting; setiap manusia mempunyai sikap dan sudah tentu tiap-tiap orang berbeda sikapnya. Sikap dapat dibentuk sesuai dengan kemampuan yang membentuknya. Pembentukan sikap ini terjadi melalui pendidikan.
Sikap dapat juga berubah karena situasi, kondisi dan lingkungan. Dalam menghadapi kehidupan, yang berarti manusia menghadapi manusia lain atau menghadapi kelompok manusia ada beberapa sikap etis dan sikap non etis. Sikap etis ini disebut sikap positif. Dan sikap non etis disebut sikap negatif.
Ada tujuh sikap etis, yaitu: sikap lincah, sikap tenang, sikap halus, sikap berani, sikap arif, sikap rendah hati, dan sikap bangga. Sikap non etis atau sikap negatif ialah: sikap kaku, sikap gugup, sikap kasar, sikap takut, sikap angkuh dan sikap rendah diri.

5. MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Pandangan hidup berupa sesuatu penggaris yang mungkin dapat dinyatakan  dengan kata-kata sebagai rumusan/formula, tetapi juga tak dapat dinyatakan dengan rumusan, sebab: 
-Orang sulit menyusun perasaan, pikiran, dan kejiwaannya
-Juga karena ia sendiri menyadari bahwa mungkin ia dapat berbuat atau bertindak yang melanggar prinsip-prinsip yang dikatakan.
-Dan khawatir kalau-kalau ada kritik besar dan penyelewengan pandangan hidup dari anak-anak atau orang yang dibimbing.

Pandangan hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan rohani dan jasmani. Pandangan hidiup adalah juga filsafat hidup. Sesuai dengan arti filsafat yaitu cinta akan kebenaran  tentulah bentuk kebeneran  yang akan dicapai adalah kebenaran yang dapat diterima oleh siapa saja. Pandangan hidup dimiliki oleh semua orang atau semua golongan. Maka penggolongan yang paling ringan adalah pandangan besar:
-Beragama dan beriman
-Tidak beragama tetapi mengikuti garis ajaran satu atau lebih dari agama yang ada
-Materialistik dan sekuler

Pandangan hidup berbeda dengan cita-cita. Cita-cita misalnya:
-Ingin punya istri cantik, terpelajar tapi setia.
-Ingin punya suami tinggi, tampan, pilot dan setia.
-Ingin jadi insyinyur, dokter atau pilot

Sedangkan pandangan hidup:
-Hidup bahagia, hidup sejahtera.
-Hidup sejahtera, penuh kebahagiaan, dan cinta kasih
-Hidup panjang umur untuk sanak kerabat dan dirinya serta bahagia, penuh cinta kasih.




KESIMPULAN


Pandangan hidup adalah sebagai pegangan dan pedoman bagaimana cara memecahkan suatu masalah kehidupan bangsa yang makin maju agar kokoh lestari dan bahagia. Dan cita-cita adalah suatu keinginan yang terkandung di dalam hati. Karena itu, cita-cita juga berarti angan angan, keinginan, harapan, atau tujuan.



  


DAFTAR PUSTAKA
1.      Mochtar Hadi, dkk., Ilmu Budaya Dasar, UNS, Surakarta, 1986.
2.      Suyadi M.P., Drs., Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar, Universitas Terbuka, Jakarta 1985.
3.      M. Habib Mustopo, Manusia dan Budaya, Kumpulan Essay, Ilmu Budaya Dasar, Usaha Nasional, Surabaya, 1983.

4.      Pudjawiyatna, Prof. Ir., Etika Filsafat Tingkah Laku, PT. Bina Aksara, Jakarta, 1982.

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR MANUSIA DAN PENDERITAAN

MAKALAH
ILMU BUDAYA DASAR
“MANUSIA DAN PENDERITAAN”




DOSEN                         : SARWOKO
DISUSUN OLEH         : MUHAMMAD HAFIDZ
NPM                              : 14216883
KELAS                         : 1EA22


UNIVERSITAS GUNADARMA




BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang

            Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti pernah mengalami atau merasakan penderitaan. Baik penderitaan itu ringan atau pun berat. Hidup tidak lah selalu bahagia tuhan memiliki caranya sendiri untuk mengukur seberapa berat kuat iman kita ketika kita mengalami penderitaan. Hidup pun di dunia ini tidak selalu menderita, sedih, atau pun susah. Terkadang, saat manusia selalu terbuai dengan kesenangan-kesenangan duniawi pun manusia akan melupakan batasan-batasan yang ada sehingga tuhan akan memberikan cobaan untuk nyayang membuat nya menderita.
Penderitaan selalu datang tak terduga, manusia takkan pernah tau kapan dia akan dikasih ujian atau cobaan oleh sang maha kuasa, ntah jam berapa, dimana, kapan dan sama siapa dan berapa penderitaan yang akan datang kepadanya dan akan menghampiri hidup nya. Manusia hanya perlu berusaha dan berdoa kepada yang maha kuasa untuk meminta tolong agar beban atau penderitaan yang ada selalu dimudahkan dan bisa terlewati dengan baik. Dan, manusia pun hanya perlu menjalani hidup nya sebaik mungkin dengan peraturan yang berlaku di masyarakat maupun agama.








MANUSIA DAN PENDERITAAN

Apa itu penderitaan?
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita beasal dari kata sansekerta dhra. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin atau juga lahir batin. Yang termasuk penderitaan antara lain keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dll.

1. SIKSAAN
Berbicara tentang siksaan, maka terbayang pada ingatan kita tentang neraka dan dosa, dan akhirnya firman Tuhan dalam Kitab Suci Al-Qur’an. Seperti kita maklumi didalam kitab suci Al-Qur’an terdapat banyak sekali surat dan ayat yang membicarakan tentang siksaan ini.
Macam siksaan  dan bentuk siksaan bertebaran antara 69 buah dari surat Al-Ankabut.
Siksaan juga dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbulah penderitaan. Siksaan yang sifat nya psikis misalnya;
Kembimbangan; dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan yang akan diambil
a. Kesepian; dialami seseorang yang merasa kesepian walaupun berada di lingkungan yang ramai.
b. Ketakutan;  merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.

2. SEBAB SESEORANG MERASA KETAKUTAN
·         CLAUSTROPHOBIA; yaitu, takut terhadap ruangan tertutup
·         AGROPHOBIA; yaitu, takut terhadap ruangan tebuka
·         GAMANG; yaitu, takut berada di tempat ketinggian
·         KEGELAPAN; yaitu, takut beraa ditempat gelap
·         KESAKITAN; yaitu, takut yang disebabkan rasa sakit
·         KEGAGALAN; yaitu, takut akan mengalami kegagalan
3. KEKALUTAN MENTAL
Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.

GEJALA-GEJALA PERMULAAN SESEORANG MENGALAMI KEKALUTAN          MENTAL;
a. Nampak pada jasmani; merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
b. Nampak pada kejiwaan; rasa cemas, ketakutan patah hati, apatis, cemburu, mudah marah

TAHAPAN-TAHAPAN GANGGUAN KEJIWAAN ADALAH;
Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani mau pun rohani:
a.       Usaha mempertahankan diri dengan cara negative
b.      Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown)

PROSES-PROSES KEKALUTAN MENTAL YANG DIALAMI  SESEORANG MENDORONG NYA KE ARAH;
a.       POSITIF; trauma (luka jiwa), survive dalam hdup
b.      NEGATIF; trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya frustasi

4. BENTUK-BENTUK FRUSTASI
·        Agresi: kemarahan yang meluap-luap akibat emlsi tidak terkendali
·        Regresi: kembali pada pola reaksi primitive atau kekanak-kanakan
·        Fiksasi: pembatasan pada satu pola yang sama
·        Proyeksi: memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative pada orang lain
·        Identifikasi: menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dan imajinasi nya
·        Narsisme: merasa dirinya lebih superior daripada orang lain
·        Autisme: gejala menutup diri secara total dari dunia real, puas dengan fantasi nya sendiri.
5. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuesi manusia hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup.


6. PENDERITAAN, MEDIA DAN MASA SENIMAN
Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya mensejahterakan manusia dan sebagai lainnya membuat manusia menderita.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Melalui karya seni sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

7. PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Berdasarkan sebab timbul nya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut:
A. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia:
·         Perbuatan semena-mena kepada pembantu rumah tangga
·         Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya pembantu rumah tangga
·         Perbuatan buruk para pejabat zaman orde lama
·         Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan: banjir, tanah longsor dan perbuatan lalai: gas beracun
B. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab tuhan:
·         Seseorang anak lelaki buta yang dilahirkan
·         Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhan, tetapi dengan sabar menerima cobaan ini
·         Tenggelamnya Fir’aun di laut merah



8. PENGARUH PENDERITAAN
Sikap yang timbul pada orang yang mengalami penderitaan berupa sikap positif ataupun negative. Contoh sikap negative yaitu penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
Sikap positif yaitu  sikap optimis mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan lah rangkaian penderitaan. Sikap positif biasanya kreatif dan tidak mudah menyerah.
Apabila sikap negative dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya.








  
KESIMPULAN

Penderitaan tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Karena setiap manusia akan pernah dan pasti pernah mengalami penderitaan. Nasib malang atau penderitaan datang tak dapat ditolak, harus diterima apa adanya, kita pasrah kepada Tuhan.
Kasus penderitaan bermacam-macam sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia, dan kasus penderitaan seseorang berbeda dengan orang lain.
Sejak jaman dahulu, kasus penderitaan dituangkan dalam bentuk seni, misalnya seni sastra, seni wayang, seni drama, seni music, dan sebagainya. Penderitaan orang dahulu tidak kalah hebat dibandingkan pada jaman teknologi modern.
Dalam jaman perkembangan teknologi modern ini kasus penderitaan seperti kelaparan, gempa, menjalarnya penyakit, gunung meletus, dan sebagainya, dalam waktu singkat tersebar luas ke seluruh dunia, sehingga dalam waktu singkat pula rasa simpati dari berbagai penjuru mengalir dalam bentuk berbagai macam sumbangan.
Dengan mempelajari berbagai kasus penderitaan manusia berarti telah mempelajari sikap, nilai, harga diri, ketaakan, kesombongan orang dan sebagainya. Semuanya itu bermanfaat untuk memperdalam dan memperluas persepsi, tanggapan, wawasan, dan penalaran bagi yang mempelajarinya.














                         DAFTAR PUSTAKA

1.     Hoegino, Drs., dkk., Ilmu Budaya Dasar dan PKLH, IKIP Semarang Press, Semarang, 1990.
2.     Suyadi, M.P., Drs. Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar, Universitas Terbuka, Jakarta, 1985.
3.     Hartono, Drs., dkk., Ilmu Budaya Dasar, CV. Pelangi, Surabaya, 1986.

4.     Syamsurizal, Ilmu Budaya Dasar, Nur Cahaya, Yogyakarta, 1987. 

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR MANUSIA DAN CINTA KASIH

MAKALAH BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN CINTA KASIH










Dosen                 : Sarwoko
Kelas                  : 1EA22
Disusun Oleh     : Muhammad Hafidz 
NPM                   : 14216883



UNIVERSITAS GUNADARMA


BAB I
Pendahuluan


Latar Belakang
Cinta merupakan pengalaman yang sangat menarik yang pernah kita alami dalam hidup ini. Sangat disesali, orang pada umumnya masih bingung akan apakah cinta itu sesungguhnya. Kebingungan mereka semakin bertambah ketika dunia perfileman memperkenalkan arti cinta yang salah dimana penekanan akan cinta selalu dititik beratkan pada perasaan dan cerita romantika.





  


BAB II
PEMBAHASAAN


 Manusia
          “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”. Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik
Cinta Kasih
          Sedangkan kata kasih artinya perasaan saying atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehinga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih.

1. Makna  Kasih Sayang
          Kasih sayang diartikan dengan perasaan sayang perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Ada berbagai bentuk kasih sayang, bentuk dengan kondisi penyayang dan yang disayangi. Kasih sayang ini merupakan perumbuhan dari cinta, dalam kasih sayang ini sadar atau tidak dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Yang dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami atau istri atau anak-anaknya yang telah dewasa, melainkan bayi yang masih merah pun telah dapat merasakan kasih sayang dari ayah dan ibunya

2.Kasih Sayang dalam keluarga
         Bila percintaan pria-wanita diakhiri dengan perkawinan maka di dalam kehidupan berumah tangga, keluarga ini akan menemukan kebahagian mereka. Cinta yang semula hanya terbatas antara sepasang muda-mudi, kini berkembang dengan kasih sayang terhadap si buyung yang mungil.
3. Makna Kemesraan
          Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih yang telah mendalam. Filsuf Rusia,Salovjev dalam bukunya “MAKNA KASIH” menyatakan “jika seseorang pemuda jatuh cinta kepada seorang gadis secara serius, ia terlemper keluar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain.
          Pernyataan ini dijabakan secara indah oleh Wiliam Shakespeare dalam kisah “Romeo dan Juliet”. Bila di Indonesia kisah Rara Mendut Pranacitra.
           Dibawah pandangan sorotan evolusi, cinta menjadi lebih agung lagi, karena dia merupakan daya pemersatu dalam alam semesta, dan kondisi utama yang memungkinan hidup. Kemampuan mencintai ini memberi nilai pada hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.

4.Makna Pemujaan
          Pemujaan adalalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, kecintaan manusia terhadap Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini, dikarenakan pemujaan kepada tuhan adalah inti, nilai, dan makan kehidupan yang sebenarnya penyabab hal itu terjadi karena adalah karena Tuhan pencipta alam semesta.
A. Cara pemujaan
          Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi.Sembah yang dirumah, di masjid, di geraja, di pura, di candi bahkan di tempat-tempat yang dianggap kramat merupakan perwujudan dari pemujaan kepada Tuhan atau yang dianggap Tuhan.
B.Tempat Pemujaan
          Masjid, Gereja, Candi, Pura, dan lain-lain lagi adalah tempat manusia berkomunikasi dengan Tuhannya atau yang dianggap Tuhan. Di tempat-tempat itu dianggap Tuhan “berada” , karena itu orang Islam menamakan masjid”rumah Allah” , maka wajarlah tempat-tempat itu dibuat sebangus mungkin, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan kerana tempat itu dianggap suci maka tidaklah pantas dan tidak wajar bila tempat-tempat itu di pergunakan segala keperluan, kecuali keperluan untuk membesarkan nama Tuhan.

5.Makna Belas Kasihan
         
          Dalam surat yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta pertama, cinta agape ialah cinta manusia kepada Tuhan yang di terangkan pada kegiatan Belajar. Kedua, cinta philia ialah cinta kepada ayah ibu (orang tua) dan saudara. Ketiga, cinta eros atau amor ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta eros dan amor ini ialah cinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan perempuan. Sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulir dinalar, misalnya gadis yang cantik mencitai dan mau dinikahi seseorang pemuda yang kerdilS











BAB III
PENUTUP


Kesimpulan

Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang
Cinta kasih Ideal itu adanya tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan atau sering juga di sebut Segitiga Cinta yang satu sama lain harus sinergi, selaras, seimbang satu sama lain.
Cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, tapi antara keduanya terdapat perbedaan, yitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih meupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai.
Cinta itu mulia, bisa sangat indah, cinta itu sebuah kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan bertolak belakang dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam angan-angan maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa.







Daftar Pustaka


1. Hoegiono Drs.,Ilmu Budaya Dasar dan PKLH, IKIP Semarang Press,   1990.
2. Hartono   Drs., dkk., Ilmu Budaya Dasar, untuk pegangan Mahasiswa, CV. Pelangi, Surabaya, 1986.
3. Munandar Soelaeman M.,  Ilmu Budaya Dasar Sastra Pengantar, PT. Eresco, Bandung, 1987.

4. Suyadai M.P.,Drs., Ilmu Budaya Dasar, modul 1  -3, Unika, Jakarta,1985.