Wednesday, 23 November 2016

TUGAS AKUNTANSI

  1. Tanggal
    Pembelian
    Penjualan
    Saldo

    Unit
    Harga (Rp)
    Jumlah
    (Rp)
    Unit
    Harga (Rp)
    Jumlah (RP)
    Unit
    Harga (Rp)
    Jumlah (Rp)


    1/8/2009
    30
    10.000
    300.000

    3/8/2009
    20
    15.000
    300.000
    30
    10.000
    300.000

    20
    15.000
    300.000

    6/8/2009
    20
    15.000
    300.000

    15
    10.000
    150.000
    15
    10.000
    150.000

    15/08/09
    10
    10.000
    100.000
    5
    10.000
    50.000

    20/08/09
    40
    10.000
    400.000
    5
    10.000
    50.000

    40
    10.000
    400.000

    22/08/09
    15
    12.000
    180.000
    5
    10.000
    50.000

    40
    10.000
    400.000

    15
    12.000
    180.000

    27/08/09
    15
    12.000
    180.000
    5
    10.000
    50.000

    15
    10.000
    150.000
    25
    10.000
    250.000

    28/08/09
    20
    10.000
    200.000
    5
    10.000
    50.000

    5
    10.000
    50.000

    30/08/09
    10
    12.000
    120.000
    5
    10.000
    50.000

    5
    10.000
    50.000

    10
    12.000
    120.000

Tuesday, 15 November 2016

TUGAS AKUNTANSI

PERSEDIAAN

(Peresentasi Kelompok 6)

Persediaan adalah salah satu aset lancar yang umumnya memiliki nilai yang besar diantara aset-aset lancar lainnya.

JENIS JENIS PERSEDIAAN

Pada suatu perusahaan manufaktur, persedian biasanya diklafisikasikan menjadi tiga yaitu:
1. Persediaan barang jadi 
2. Persediaan barang setengah jadi
3. Persediaan bahan baku 

SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN

1. Sistem Perpetual
Sistem perpetual adalah sistem pencatatan persediaan dimana perusahaan akan mencatat setiap mutasi persediaan.
2. Sistem Periodik
Sistem periodik adalah sistem pencatatan persediaan dimana perusahaan tidak setiap saatmencatat mutasi persediaan.

PENENTUAN KUANTITAS PERSEDIAAN

1. Penghitungan persediaan fisik yang ada di perusahaan
2. Pencatatan kepemilikan barang
    barang dalam perjalanan
    - FOB (free on board) shipping point
    - FOB (free on board) destination

PENILAIAN PERSEDIAAN   

1. Penentuan nilai persediaan berdasarkan harga terendah antara biaya atau harga pasar
2. Penentuan nilai persediaan berdasarkan biaya
    - Metode Identifikasi khusus
    - Metode penilaian persediaan berdasarkan asumsi aliran biaya

SISTEM PERPETUAL

- Metode FIFO perpetual
   Harga pokok barang yang masuk pertamaakan digunakan untuk menentukan harga pokok dari
   barang yang dijual terlebih dahulu pula
- Metode LIFO perpetual 
   Harga pokok barang yang masuk terakhir akan digunakan untuk menentukan harga pokok dari
   barang yang dijual lebih dahulu
- Metode Average (biaya rata rata tertimbang) perpetual
   Harga pokok barang yang dijual merupakan nilai rata rata dari harga pokok seluruh persediaan yang
   telah masuk kedalam perusahaan sebelum barang tersebut dijual

Tuesday, 8 November 2016

TUGAS AKUNTANSI

AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

(Peresentasi Kelompok 5)

 

PENGERTIAN PERUSAHAAN DAGANG

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha pokok membeli barang dari pihak lain tanpa mengubah wujud fisik atau sifat barang tersebut.

KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG

usaha yang dilakukan,membeli dengan menjual kembali tanpan perubahan,kegiatan akuntansinya menggunakan akun persediaan barang dagang,perhitungan penjualan dan laporan laba/rugi.

SYARAT PEMBAYARAN 

- Syarat 2/10, n/30
- Syarat 2/10, 1/15, n/30
- Syarat n/60
- Syarat EOM (End of month)

SYARAT PENYERAHAN

- Free On Board Shipping Point, yaitu Pembeli menanggung biaya angkut
- Free On Board Destination Point, yaitu Penjual yang menanggung rabat

PERSEDIAAN BARANG DAGANG

Persediaan Barang Dagang adalah stok barang yang masih ada dan belum terjual. Jumlah persediaan harus cukup,tidak terlalu besar dan tidak terlalu sedikit

METODE PERSEDIAAN BARANG DAGANG

1. Metode  FIFO
2. Metode LIFO
3. Metode Average

TAHAP PENCATATAN BARANG

1.  Jurnal khusus yaitu jurnal yang dikelompokan sesuai jenis transaksi. Manfaatnya agar memungkinkan pembagian pekerjaan,memungkinkan pembagian internal yang lebih baik,Pengelompokkan transaksi pada jurnal khusus yaitu : 
a. Jurnal pembelian 
b. Jurnal pengeluaran kas 
c. Jurnal penjualan 
d. Jurnal penerimaan kas

2. Buku Besar Pembantu yaitu pencatatan  secara rinci nama-nama pelanggan yang ada di buku besar umum.
macam macam buku besar pembantu:
a. Buku besar pembantu piutang dagang 
b. Buku besar pembantu utang dagang 
c.  Buku besar pembantu perusahaan dagang

BUKU BESAR UTAMA 

Buku besar utama adalah adalah kumpulan perkiraan - perkiraan yang berfungsi sebagai tempat untuk mencatat perubahan harta, utang, modal, pendapatan dan beban

JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG 

Jurnal penyesuaian persediaan barang dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Persediaan barang dagang awal
2. Persediaan barang dagang akhir

LAPORAN KEUANGAN

Laporan kuangan perusahaan terdiri dari :
1. Laporan Laba Rugi = Laporan yang memuat tentang pendapatan dan beban suatu perusahaan
2. Laporan Perubahan Modal = Digunakan untuk mengetahui jumlah modal awal, laba atau rugi bersih perusahaan dan perubahan modal akhir perusahaan
3. Neraca
4. Laporan Arus Kas

Wednesday, 2 November 2016

TUGAS AKUNTANSI




“NIA TAILOR”
JURNAL PENYESUAIAN
31 MEI 2016
 

Tanggal

Nama Akun

Debet

Kredit
31
Beban perlengkapan
         Perlengkapan
Rp. 150.000
-
-
Rp. 150.000
31
Beban sewa
Sewa dibayar dimuka
Rp. 400.000
-
-
Rp. 400.000
31
Beban penyusutan peralatan
      Akumulasi peny. peralatan
Rp. 100.000
-
-
Rp. 100.000
31
Beban listrik
         Utang listrik
Rp. 70.000
-
-
Rp. 70.000
31
Beban gaji
         Utang gaji
Rp. 150.000
-
-
Rp. 150.000
Analisis :
 
Pada tanggal 31 Mei  perlengkapan di Neraca saldo sebesar Rp. 1.000.000 setelah dilakukan pengecekkan jumlah perlengkapan yang terpakai sebesar Rp. 850.000 beban perlengkapan atas perlengkapan yaitu sebesar Rp. 150.000

Sewa dibayar dimuka sebesar Rp 1.200.000 dibayar untuk jangka waktu 3 bulan, dan sudah terpakai untuk 1 bulan. Beban sewa pada sewa dibayar dimuka sebesar 1.200.000 : 3 bulan =  Rp 400.000.

- Pada tanggal 31 mei 2016 beban penyusutan peralatan bertambah sebesar Rp 100.000. Di debet dan akumulasi penyusutan peralatan sebesar Rp 100.000

Karena belum dibayar maka utang pembayaran listrik bertambah sebesar Rp.70.000; di kredit

Beban gaji bertambah Rp. 150.000; di debet. Karena belum dibayar maka utang gaji bertambah Rp. 150.000 di kredit.